Mengenal Guru Pembimbing Khusus lebih dekat

Mengenal Guru Pembimbing khusus (Gpk) lebih dekat

Gpk adalah guru pembimbing khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Gpk bukan dokter yang bisa menyembuhkan. Gpk bukanlah dukun dengan mantra bisa pulih. Gpk bukan pesulap dengan bimsalabim cling selesai. Bahkan, gpk bukan baby sister yg melayani dan menuruti semua kemauan anak.

Ini adalah sebuah tanggung jawab yang besar untuk Gpk. Gpk selalu berusaha semaksimal mungkin demi perkembangan anak. Gpk tidak bisa bekerja sendiri. Gpk harus selalu bekerja sama dengan orang tua melalui komunikasi yang baik dengan cara mensikronkan aktivitas antara di sekolah dan di rumah. Menyatukan pemikiran dan metode dalam menangani anak biar anak tdk bingung dalam penyerapan informasi. Bekerja sama dengan wali kelas dan semua team yang ada di sekolah demi terjalinnya sekolah yg ramah dengan anak disabilty . Selain itu juga harus ada kerjasama antara psikolog, okupasi terapi, terapi wicara, terapi perilaku, terapi akademik, dan lain sebagainya yang sesuai dengan kebutuhan anak. Demi keberhasilan perkembangan anak.

Ini semua butuh proses, kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan. Semua berjalan step by step dan penuh keyakinan. Selanjutnya kita hanya bisa berserah diri, selalu berusaha, belajar, dan terus semangat tanpa putus asa. Banyak hal-hal yang seru akan dilalui. Hal seru ini seperti sebuah tantangan untuk Gpk.

Apa lagi masa transisi dari TK ke SD. Itu bukan hal yang mudah. Disinilah harus berfikir keras.
Banyak hal yang harus dilalui
Bagaimana anak bisa ditrima oleh anak lain. Bagaimana anak ini tidak dibully. Bagaimana memahamkan ke anak-anak lain kalau anak yang kita pegang mempunyai kebutuhan khusus. Masih banyak hal yang perlu dilakukan. Tidak hanya akademik, tetapi juga meliputi banyak aspek seperti emosi, komunikasi, sosialisasi, motorik, dan sensori serta  activity daily living dan lain sebagainya.

Gpk tidak harus fokus pada hambatannya saja. Gpk slalu mencari dan menggali potensi yg terdapat pada anak.

Gpk mendidik dan melayani anak sepenuh hati.

To be continued…