Hypnoparenting
Suatu ketika saya ditanya oleh seseorang “apakah anak-anak bisa dihipnotis pak?” Saya jawab “tentu bisa”, kemudian orang tua bertanya lagi, “apa hipnosisnya seperti di tivi2 itu pak?” saya jawab “tentu saja beda cara hipnosisnya.”
Sepengalaman saya hipnosis pada anak di usia dini dilakukan dengan dua cara yaitu dilakukan pada saat kondisi REM (Rapid Eye Movement).
Dan yang ke 2 adalah menggunakan kalimat & kata-kata Atribusi. Tentunya masih ada teknik penunjang yang lain tapi itu saja sudah cukup powerfull. Anak usia sampai 7 tahun, hari-harinya dipenuhi kondisi Hypnotic Trance.

Apa itu Hypnotic Trance?

Hypnotic Trance adalah kondisi-kondisi yang sangat baik untuk diberikan sugesti dan untuk mencapai hasil yang lebih baik kondisi REM diperlukan. Apa itu REM? Ketika seorang anak sedang tidur dan bola matanya bergerak secara cepat, itulah yang disebut tidur REM. Dipercaya kondisi tersebut adalah kondisi tidur dengan mimpi dan pada saat itu gelombang otak anak ada pada level Theta.
Paling tidak ada 4 (empat) macam gelombang otak pada manusia yaitu Beta, Alpha, Theta dan Delta.

1. Beta 

Gelombang otak ini jika diukur menggunakan EEG (Electro Encephalograph) memiliki frekuensi 13 – 30 Herzt (Hz). Terjadi pada saat kita dalam kondisi terjaga penuh dan melakukan aktifitas yang memerlukan analisa dan logika. Kondisi ini sangat kecil kemungkinan untuk menerima sugesti dari luar dirinya.

2. Alpha

Memiliki frekuensi 8 -13 Hz.Terjadi ketika kondisi kita sedang relaks seperti berdoa, membaca buku,mendengarkan musik. Kondisi ini adalah saat seseorang dalam kondisi hipnotik ringan. Kondisi ini dapat digunakan untuk memotivasi anak. Yang perlu diingat bagi para orang tua adalah kata-kata harus disusun sedemikian rupa sehingga durasi motivasi dapat digunakan secara optimal. Rumusnya adalah Umur Otak = Lamanya konsentrasi anak. Jika anak berusia 6 tahun, maka nasihat/motivasi diberikan tidak lebih dari 6 menit. Karena lebih dari itu, tak jarang konsentrasinya terpecah sehingga tidak lagi menjadi fokus kepada nasihat/sugesti yang diberikan.

3. Theta

Dengan frekuensi 4 – 8 Hz, merupakan kondisi hipnosis yang lebih dalam dibanding Alpha. Hal ini baik untuk memberikan sugesti untuk permasalahan yang lebih kompleks dari hanya sekedar yang dapat dilakukan dalam kondisi Alpha. Kondisi Theta ditandai dengan REM.

4. Delta

Frekuensi Delta sekitar 0.5-4 Hz. Kondisi ini adalah pada saat seseorang tertidur pulas tanpa mimpi. Kondisi ini sugesti tidak dapat diterima oleh subjek, karena memang ia tidak mendengar apapun. Kemudian hipnosis anak dengan Kalimat Atribusi. Yaitu melekatkan sifat-sifat kepada seseorang dengan kalimat. Atribusi ini disadari atau tidak sering kita terima dan dengan sengaja atau tidak kita juga sering memberikannya pada orang lain. Contoh atribusi yang sering kita terima/beri diantaranya: “ Wah hebat kamu bisa mengerjakan tugas ini dengan baik.”
“Anak kok nakal kayak gini pantas kamu bodoh.”  Itulah beberapa kalimat atribusi yang sering terdengar.
Kalimat-kalimat itu benar-benar kuat mempengaruhi dan menjadi label diri kita dan sangat mungkin mengantarkan kita kepada kesuksesan/keterpurukan. Kalimat atribusi yang diberikan oleh figur otoritas, misal Orangtua dan Guru, akan sangat mempengaruhi hidup kita. Hal ini semakin kuat jika kita menerimanya pada usia dibawah 7 tahun.
Jika Anda seorang yang menjadi figur otoritas dalam keluarga atau lingkungan Anda, atribusi apa yang akan Anda berikan pada anak-anak Anda? “Pak, bagaimana jika saya telah menerima atribusi negatif pada saat saya masih kecil, apakah saya bisa mengubahnya?” Saya Jawab “Bisa” !.
Maka mulai sekarang berikan atribusi Positif pada anak-anak kita dan ini akan menghipnosis mereka untuk menjadi yang terbaik.