Shadow Teacher
Suatu ketika saya bertukar pikiran dengan teman sejawat mengenai Shadow Teacher karena di grup yang dia ikuti ternyata ada perbedaan antara Shadow Teacher dan Guru Pendamping Khusus (GPK) dan kami pun sedikit berdebat mengenai itu. Saya mencoba membayar utang rasa ke dia mengenai Shadow Teacher melalui tulisan ini.

Apa itu Shadow Teacher?

Shadow Teacher adalah istilah yang digunakan untuk mereka yang mendampingi ABK (Anak berkebutuhan khusus). Dikenal juga dengan istilah GPK (Guru Pendamping Khusus) tapi saya pribadi lebih suka dengan istilah Shadow Teacher. Latar belakang Shadow Teacher pun bermacam-macam biasanya berasal dari Pendidikan Luar Biasa (PLB), Psikologi, Fisioterapi, Okupasi Terapi (OT) bahkan ada yang tidak berlatar belakang diluar yang saya sebutkan tadi pun ada.

Kepopuleran Shadow Teacher

Shadow Teacher mulai populer sejak adanya keberadaan ABK (autisme, ADHD, ADD, Learning Disability dan lain-lain) semakin meningkat di Indonesia terutama semenjak Pemerintah mulai menyelenggarakan sekolah inklusi. Sekolah inklusi adalah sekolah umum dimana ABK bisa diterima dan belajar bersama anak-anak ‘normal’ dalam satu kelas. Tujuan kelas inklusi adalah untuk tidak membedakan ABK dengan anak normal lainnya, membantu sosialisasi mereka dan membiasakan kita menerima keberadaan ABK ditengah-tengah masyarakat.

Kalau dirincikan tugas Shadow Teacher itu kompleks, tugas Shadow Teacher antara lain:

1. Mendampingi siswa ABK dalam pembelajaran.
2. Menjadi jembatan antara guru kelas dan ABK.
3. Memilihkan teman dan melibatkannya untuk kegiatan sosialnya.
4. Membantu menyelesaikan tugas dengan instruksi yang jelas dan singkat.
5. Meminimalisir kegagalan ABK.
6. Menjalankan Program Pembelajaran Individu (PPI).
Bisa dibilang pekerjaan Shadow Teacher itu berat karena Shadow Teacher itu merangkap seperti menjadi guru, orang tua, terapis, bodyguard bahkan rela dipukuli ABK ketika mereka tantrum atau siap menjadi pembela ketika ABK dibully teman-temannya.

ABK adalah anak-anak istimewa

Mereka tidak berbeda, mereka layak (jika memang dianggap layak) bersama-sama dengan kita yang disebut ‘normal’. Berkat peran berbagai pihak salah satunya Shadow Teacher. ABK mampu berdiri sejajar dengan kita, belajar, bermain, tumbuh dan hidup bersama. Itulah pentingnya sang bayangan, tanpa sang bayangan tersebut apalah artinya anak-anak berkebutuhan khusus. Tidak dapat dipungkiri dibalik keberhasilan ABK ada guru bayangan yang berhasil. Dialah SHADOW TEACHER.